Showing posts with label Jepang. Show all posts
Showing posts with label Jepang. Show all posts

Monday, May 9, 2011

Eksotisme Dunia Kerja di Jepang

Kerja di Jepang

Sudah semenjak awal kuliah saya mempunyai impian yang tinggi untuk hidup dan bekerja di Jepang. Keinginan ini sangat dipengaruhi oleh banyaknya drama Jepang yang saya tonton. Digambarkan kehidupan disana begitu damai penuh keteraturan, masyarakat yang ramah dan lingkungan yang bersih dan kemudahan fasilitas. Terbersit keinginan untuk mengais rejeki di negeri sakura itu di kemudian hari. Untuk mewujudkan hal itu mulai belajar bahasa jepang sampai rajin ikut kelas online saya lakukan. Sampai pada suatu saat saya membaca sebuah berita tentang kehidupan dunia kerja di jepang. Sekonyong-koyong saya menjadi pesimis untuk kesana.

Tak bisa dipungkiri banyak dari kita, anak muda Indoneisa selalu dan selalu membanggakan negeri Samurai, Jepang. apakah salah? tidak juga. memang harus kita akui klo Jepang adalah negeri dengan segudang kehebatan, mulai dari teknologi, kedisiplinan, kreasi anime, sampai dunia sex! banyak juga dari kita yang mengandai-andai”seandainya saya bisa ke jepang, sekolah di jepang dan hidup di jepang..mulai sekarang bukalah mata anda dan apabila masih mau kesana kuatkan mental anda.

Setiap tahun terdapat jutaan mahasiswa yang bersorak gembira ketika mereka dinyatakan lulus dari universitas. Mereka senang karena jerih payah orang tua tidak sia-sia setelah mereka di wisuda mengenakan toga. Sayang sekali… mereka tidak sadar kalau mereka baru saja keluar dari “kandang anak kucing” dan masuk ke hutan belantara yang dipenuhi oleh singa, ular berbisa, mawar beracun, dan banyak lagi yang aneh-aneh.

Menurut survey di Tokyo, orang-orang yang baru lulus kuliah cenderung mengalami tingkat stress yang lebih tinggi jika dibandingkan ketika mereka sedang menghadapi ujian terakhir di kampus. Kenapa mereka lebih stress? Karena mereka tidak bisa mendapatkan pekerjaan! Makin hari makin banyak darah segar yang bersaing ketat untuk mendapatkan pekerjaan. Dan ketika saingan semakin banyak, banyak pula yang rela di gaji rendah, kerja semakin larut, dan tingkat kesehatan yang semakin menurun.

Inilah dunia kerja Jepang yang sesungguhnya.

Jepang

Jepang

“Setiap hari saya hidup dengan kegelisahan yang mengerikan,” kata Ikezaki, seorang karyawan kontrak yang saat ini kerja dengan gaji ¥75.000/bulan (atau sekitar 7 juta rupiah per bulan). “Ketika saya berpikir tentang masa depan saya, saya jadi tidak bisa tidur di malam hari.”

Berdasarkan data dari pemerintah Jepang, terdapat lebih dari 10 juta orang yang hidup dengan penghasilan kurang dari standard normalnya Jepang yaitu ¥1.600.000/tahun (atau sekitar 155 juta rupiah per tahun).

Mungkin ini semua adalah akibat dari perusahaan-perusahaan Jepang yang lebih mementingkan keuntungan perusahaan dan memanfaatkan keluguan para pekerja baru (yang jelas-jelas tidak punya pilihan lain).

Terciptalah salaryman. Orang-orang yang hidup dengan gaji rendah, kerja setengah mati, tanpa uang lembur, dan tanpa kepastian peningkatan karir meskipun mereka telah bekerja puluhan tahun. Makanya jangan heran ketika kamu melihat banyak karyawan Jepang yang tertidur pulas di kereta ketika mereka menuju pulang ke rumah. Mereka terlalu lelah.

Karoshi artinya “mati di kerja” atau kematian karena stress pekerjaan. Halusnya berarti “meninggal karena setia dan mengabdi kepada perusahaan”. Kematiannya bisa karena kecelakaan di tempat kerja, kematian karena terlalu lelah (kesehatannya menurun jauh), ataupun karena bunuh diri karena stress kerja.

Saking seriusnya masalah ini, pemerintah Jepang telah mencoba berbagai cara untuk mengatasinya. Mulai dari menyediakan nomor telepon darurat untuk menerima keluh-kesah para salaryman, buku petunjuk untuk mengurangi stress, sampai mensahkan undang-undang yang memberikan sejumlah uang (asuransi) ke para janda dan anak-anak yang ditinggal mati karena karoshi.

Menurut data pemerintah, dari 2.207 kasus bunuh diri pada tahun 2007, 672-nya adalah karena pekerjaannya terlalu banyak. Kasus karoshi yang terkenal adalah kasus kematian Kenichi Uchino pada tahun 2002, seorang manager quality-control berusia 30 tahun yang bekerja di perusahaan otomotif terbesar di dunia, Toyota.

Kenichi dikabarkan bekerja lembur selama 80 jam setiap bulan selama 6 bulan lamanya tanpa dikasih uang lembur atau bonus tambahan apapun. Dia akhirnya jatuh pingsan di tempat kerjanya dan dilarikan ke rumah sakit, yang kemudian membawanya ke akhirat.

McDonald’s Jepang pun terkena masalah ini. Salah seorang manager restorannya jatuh sakit dan meninggal karena bekerja lembur tanpa bayaran apapun.

Mau gak mau, karena tekanan publik, Toyota dan McDonald’s akhirnya memutuskan akan memberikan uang lembur bagi yang ingin bekerja lembur dan menyediakan fasilitas kesehatan yang lebih baik.

Para salaryman ini sebenarnya niatnya baik, yaitu ingin memajukan perusahaannya. Ditambah lagi dengan kebudayaan Jepang yang selalu menekankan disiplin tinggi, mereka berpikiran bahwa dengan bekerja lebih lama dan lebih keras daripada karyawan lain dan tanpa meminta bayaran apapun, boss mereka bisa memberikan posisi yang lebih baik. Tapi kenyataan, TIDAK!!.

Bagaimana sih kehidupan seorang salaryman sehari-hari?

06:30 = bangun dari tempat tidur
07:30 = berangkat ke kantor (jalan kaki / naik sepeda / subway)
08:50 = harus tiba di kantor
09:00 = meeting pagi dengan supervisor
09:10 = mulai kerja
12:00 = makan siang (bento / kantin / restoran terdekat)
13:00 = mulai kerja lagi
17:00 = lembur dimulai (biasanya tanpa uang lembur)
20:30 = pesta nomikai (kalau ada)
21:30 = pulang ke rumah (jalan kaki / naik sepeda / subway)
22:30 = sampe rumah, nonton TV, baca koran
23:00 = tidur

Ulangi terus dari Senin-Jumat. Sabtu biasanya pulang lebih awal (kalau ada lembur, kerja seperti biasa). Minggu libur (kalau ada lembur, kerja seperti biasa).

Peraturan di kantor:

#1. Kalau atasan bilang bumi berbentuk kotak, maka bumi bentuknya kotak.
#2. Kalau dia berubah pikiran, maka bumi juga bentuknya berubah.
#3. Lupakan apa kata pelanggan. Boss adalah raja.
#4. Karyawan baru? Boss adalah Tuhan.
#5. Membungkuk. Membungkuk. Membungkuk


sumber : http://www.beritaunik.net/unik-aneh/eksotisme-dunia-kerja-di-jepang.html

Thursday, May 5, 2011

Jepang Tawarkan Bir yang Terbuat dari Gandum yang ditanam di Luar Angkasa



Perusahaan Jepang Sapporo Breweries menawarkan bir unik. Bir Space Barley itu menggunakan gandum yang tumbuh di Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Space barley yang digunakan untuk membuat bir ini adalah generasi keempat dan disimpan di ruang angkasa selama lima bulan pada 2006.



Proyek itu sebagai bagian dari penelitian kolaboratif dengan Rusia Academy of Sciences dan Okayama universitas dengan tujuan untuk mencapai swasembada pangan di ruang angkasa.





Sapporo hanya menyediakan 250 kotak, masing-masing dengan enam botol 330ml. Bir itu dijual US$ 113 masing-masing, namun harus ikut lotre di halaman Barley Space untuk mendapatkannya.

source : dailymail.co.uk

Wednesday, May 4, 2011

Inilah Robot-robot Cantik yang Digunakan Untuk Menggantikan Tugas Suster Rumah Sakit di Jepang



Jepang memang cukup dikenal sebagai negara gila teknologi. Baru-baru ini, sebuah perusahaan setempat memperkenalkan prototipe robot perawat yang didesain menyerupai perawat sesungguhnya di rumah sakit. Robot perawat bernama 'The Actroid-F' ini diharapkan dapat digunakan untuk membantu perawatan dan pelayanan pasien di rumah sakit, dan berikut ini adalah Foto Actroid-F robot perawat dari jepang.



Pemilik The Actroid-F Robot perawat yang cantik ini adalah perusahaan robot Kokoro, perusahaan tersebut tak hanya fokus menciptakan fungsi robot, namun juga berupaya mewujudkan bentuk fisik robot senyata mungkin yaitu cantik dan menarik menarik seperti The Actroid-F robot perawat yang cantik ini.



Desainer robot menciptakan kulit sintetis dari silikon sehingga akan memberikan sentuhan lembut bagi pasien yang dirawat. Meski tak dapat berjalan atau duduk, robot ini terlihat begitu nyata dengan ekspresi wajah yang dihasilkan. Robot cantik ini bisa berbicara, tersenyum, dan berkedip sesuai setelan komputer.

Sementara itu, Japan Times Online menulis, pemerintah Jepang juga memperkenalkan prototipe robot suster yang diproyeksikan mulai bekerja untuk kepentingan umum lima tahun mendatang. Tapi, belum diketahui wujud robot suster versi pemerintah ini. Yang pasti, pemerintah dan pengembang di Jepang masih terus melakukan percobaan dan merumuskan standar keamanannya.

sumber: kaskus.us

Monday, May 2, 2011

Wajah Baru Miyabi Setelah Kena Tsunami Jepang

http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/225937_196478217062213_100001001079649_508895_1200986_n.jpg
Siapa sih yang ga tau Cewek satu ini . Miyabi sangat terkenal di Internet maupun media - media yang lain . Dia adalah salah satu Artis Porno yang lagi ngetrend dibicaran saat ini menggantikan Asia Carera yang sudah meninggal yang diduga sudah terjangkit Virus HIV AIDS , wah kayaknya saya kok pengalaman sekali yah??eeheeee .......... jangan bilang siapa - siapa yaa ,,,,, nanti pacar Si Om marah ,,Oke deh ini dia kembaran miyabi yang ga kalah cantik dan Hot From Indonesia .




TARAAAAA ..........................

http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/223594_196487290394639_100001001079649_508940_47550_n.jpg

Kwaaa ....Kwaaa ..kwaawawawawa .................................

Monday, April 25, 2011

Batu Prasasti Kuno Ini Selamatkan Warga Jepang dari Tsunami

http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/04/22/109541_batu-prasasti-tsunami_300_225.jpg

Dengan tinggi 4 kaki atau 1,2 meter, batu ini nampak biasa saja, tak ada yang istimewa. Namun, siapa sangka ia yang menyelamatkan nyawa penduduk Aneyoshi, Prefektur Iwate, saat tsunami dahsyat menerjang Jepang, 11 Maret 2011 lalu.
Dengan tinggi 4 kaki atau 1,2 meter, batu ini nampak biasa saja, tak ada yang istimewa. Namun, siapa sangka ia yang menyelamatkan nyawa penduduk Aneyoshi, Prefektur Iwate, saat tsunami dahsyat menerjang Jepang, 11 Maret 2011 lalu.

http://media.vivanews.com/thumbs2/2011/04/22/109541_batu-prasasti-tsunami_300_225.jpg

Di batu abu-abu itu terpahat sebuah peringatan: "Jangan mendirikan rumah di bawah titik ini." Siapapun yang melanggar akan menghadapi risiko banjir dan tsunami.

Dan, masyarakat mematuhi anjuran kuno itu. Desa kecil yang terdiri dari 11 rumah dan 32 penduduk selamat, meski sejatinya mereka berada di posisi genting. Gelombang tsunami 2011 menerjang, hanya 300 kaki atau 91,44 meter di bawah prasasti itu.

Dalam sejarah Jepang tsunami kerap kali terjadi. Para leluhur mencoba memperingatkan generasi mendatang melalui batu-batu prasasti yang biasa ditemui di sepanjang pantai. Beberapa batu bahkan berusia 600 tahun.

"Prasasti itu adalah peringatan antar generasi, mengingatkan para generasi mendatang menghindari penderitaan yang sama dengan nenek moyang mereka," kata Itoko Kitahara, ahli bencana alam dari Ritsumeikan University di Kyoto, kepada New York Times.

Adalah tsunami di tahun 1896 yang menewaskan 22.000 orang, yang meyakinkan warga Aneyoshi untuk pindah ke wilayah yang lebih tinggi dan menetap di sana.

Setelah kondisi stabil, lama tak terjadi tsunami, warga mulai memberanikan diri menuruni bukit menuju pantai. Akibatnya fatal, tahun 1933 tsunami kembali melanda, hanya empat yang selamat. Setelah musibah itu, prasasti batu didirikan. Batu itulah yang diyakini penduduk desa, telah menyelamatkan mereka dari tsunami 1960.

"Mereka paham horor tsunami, maka mereka dirikan prasaasti batu untuk memperingatkan kami," kata Tamishige Kimura (64), pemimpin Aneyoshi.

Menurut dia, belajar dari pengalaman, penduduk desa menganggap prasasti tersebut adalah aturan dari para leluhur. "Tak ada satupun yang berani melanggarnya."

Dan anjuran itu terbukti, gempa 9,0 skala Richter dan tsunami yang menewaskan 29.000 orang, yang paling parah sejak gempa Jongan tahun 869, tak menyentuh Aneyoshi. Meski ada warga yang kehilangan empat keluarganya yang hanyut saat bepergian di kota tetangga.

Para penduduk Aneyoshi pun meniru apa yang dilakukan para leluhur. Cat biru ditorehkan di titik dimana gelombang tsunami 2011 menjangkau bukit.

Tak hanya prasasti, peringatan dari leluhur juga diwujudkan saat menamai sebuah lokasi. Misalnya Nokoriya yang diterjemahkan sebagai 'Lembah Korban' atau Namiwake yang berarti pinggiran ombak.

Namun, meski batu peringatan tersebar di hampir seluruh Jepang, banyak juga yang mengabaikannya. Mereka mengabaikan nasehat para nenek moyang dan membangun rumah dekat pantai. Dan, akibatnya fatal.

"Dengan dengan berjalannya waktu, orang pasti lupa, sampai tsunami yang lain datang yang membunuh 10.000 orang lebih," kata penulis dan ahli tsunami, Fumio Yamashita.

Sumber :vivanews.com

Thursday, April 21, 2011

Tradisi Musim melihat Bunga Sakura Mekar yang Indah di Jepang

Bunga Sakura(AP Photo)

Musim melihat Bunga Sakura di Jepang merupakan salah satu event yang paling di tunggu oleh masyarakat Jepang. Ketika musim ini tiba mereka akan berkumpul bersama keluarga, teman, maupun rekan kerja untuk piknik di taman sambil melihat indahnya Bunga Sakura yang juga merupakan ciri khas dari negara tersebut.

Musim melihat Bunga Sakura di Jepang merupakan salah satu event yang paling di tunggu oleh masyarakat Jepang. Ketika musim ini tiba mereka akan berkumpul bersama keluarga, teman, maupun rekan kerja untuk piknik di taman sambil melihat indahnya Bunga Sakura yang juga merupakan ciri khas dari negara tersebut.

Setelah bencana alam dan juga insiden nuklir yang melanda Jepang, tampaknya event ini sedikit dilupakan oleh masyarakat Jepang yang masih berduka. Namun demikian, keindahan Bunga Sakura yang baru mekar tetap membuat warga Tokyo terpesona akan keindahannya dan menyempatkan diri melihat Bunga Sakura yang sedang mekar. Dan momen ini juga dipergunakan oleh masyarakat Jepang untuk menggalang sumbangan bagi para korban bencana alam.

Berikut adalah gambar-gambar keindahan Bunga Sakura yang sudah mulai bermekaran di Jepang.

Bunga Sakura (Bunga Sakura)

Bunga Sakura (Bunga Sakura)

Bunga Sakura (Bunga Sakura)

Bunga Sakura (AP Photo)

Bunga Sakura (AP Photo)

Bunga Sakura (AP Photo)

Bunga Sakura (AP Photo)

Bunga Sakura (AP Photo)

Bunga Sakura (AP Photo)

Tuesday, April 19, 2011

Toya Chiba Reporter Yang Selamat dari Tsunami Jepang

When Japanese reporter Toya Chiba was asked by his paper to investigate the damage caused by the earthquake to the port city of Kamaishi he knew it wasn't going to be just another day at the office.



But the intrepid hack could never have guessed just how close to the action he was going to get.

This incredible sequence of pictures, taken by a nearby building's CCTV camera, shows Toya's unbelievable escape after he suddenly found himself at the mercy of the raging waters.











Monday, April 18, 2011

Mau Ke Jepang? Persiapkan Uang dan Iman !!

Kalau temen-temen mau pergi ke jepang, [khususnya cowo] selain harus persiapkan uang[pastinya] harus pula persiapkan iman temen-temen semua, Kenapa? Karena ternyata anak sekolah di Jepang walaupun masih kecil, tapi sudah mengotori pikiran para pria disana.. hhe

Biar lebih jelas liat saja foto – foto di bawah :





Bahkan mereka ga malu duduk seperti ini ::



Bayangkan jika temen-temen duduk di kereta di depan wanita ini :: hheu

Tuesday, April 12, 2011

Beautiful Keioko Kitagawa - Cute Japanese Model

Beautiful Keioko Kitagawa - Cute Japanese Model

Profile : Keiko Kitagawa was born on August 22, 1986 in Hyogo Prefecture, and began his career as a model of Seventeen magazine from 2003 until mid 2006. Then she left the world of modeling and start reaching the world’s movie.

The first film she played is a series which I’m sure you all know, the Sailor Moon Live Action. Well the Sailor Moon film is adapted from its anime and in this series Keiko plays a role as Sailor Mars. After Keiko success with her acting in Sailor Moon series, she continued acting through several movies such as: Mamiya Kydai,

The Fast and Furious: Tokyo Drift (2006), Dear Friends (2007), Handsome Suit (2008), and others. She also played TV series / Dorama like Mop Girl (2007) and homeroom on the beachside / Taiyo no Umi (2008) and the latest drama played by Keiko is Buzzer Beat (2009).


Beautiful Keioko Kitagawa - Cute Japanese Model

Also in 2003, she was given the role of Rei Hino in the live action television series of Sailor Moon, which began her acting career. She has since appeared in a number of films, including the leading role in Dear Friends.

Since May 2007, she has been writing a column entitled Keytan Hakusho for the Japanese weekly television listings magazine Weekly The Television. (“Kii-tan” was her nickname at elementary school. “Hakusho” means “white paper”.) She is also continuing her studies, majoring in commercial science at Meiji University in Tokyo.

Beautiful Keioko Kitagawa - Cute Japanese Model

Beautiful Keioko Kitagawa - Cute Japanese Model

Beautiful Keioko Kitagawa - Cute Japanese Model

Beautiful Keioko Kitagawa - Cute Japanese Model

Beautiful Keioko Kitagawa - Cute Japanese Model

Beautiful Keioko Kitagawa - Cute Japanese Model

Beautiful Keioko Kitagawa - Cute Japanese Model

Beautiful Keioko Kitagawa - Cute Japanese Model